Review Dan Test Ride Honda CRF 150L Menurut Pendapat Pemula

NinjaSS – Hai mas vroh… PT. AHM melakukan Launching All New Honda CRF 150L di Indonesia pada bulan November lalu dan beberapa daerah setelah itu. Pada acara launching Honda CRF150L Jawa Tengah yang berlangsung kemarin saya berkesempatan test ride muter-muter di lintasan yang telah disediakan. Ingin tau bagaimana hasil review dan test ride Honda CRF 150L menurut pendapat pemula? Monggo dilanjut baca nya.

Test Ride Honda CRF 150L Bagi Pemula


Helm TRX-3 yang fenomenal

Lokasi test ride Honda CRF 150L ini berada di sirkuit Goro Assalam, lintasan nya benar-benar menantang bagi pemula seperti saya. Maklum vroh terus terang saya itu belum pernah berpengalaman naik motor off road di sirkuit. Deg-deg an dan khawatir itu pasti ada, tapi karena rasa penasaran saya lebih besar maka tetap membulatkan nyali. Kalau tidak sekarang, kapan lagi bisa ngicipi motor off road terbaru dari Honda ini?

Sebelum melakukan test ride Honda CRF 150L, kita di briefing oleh instruktur safety riding dari Astra Honda Motor. Posisi tangan tidak boleh lurus atau  nekuk ke bawah, siku harus dibuka menyamping supaya tangan siap menerima guncangan motor. Posisi badan harus maju dan kaki mendekap tanki, ketika belok kaki harus turun sejajar dengan fork depan, badan harus seimbang. Untuk pengereman sangat tidak dianjurkan menekan rem depan lebih kuat dari rem belakang, jadi yang berperan utama adalah rem belakang. Sebab ini bukan jalan aspal vroh, ketika ban belakang ngunci atau ngesot-ngesot masih tetap bisa dikendalikan. Tapi kalau ban depan yang ngunci sampean bisa njungkel, anjay… nakut-nakutin aja nih.

Papan Triplex tes Honda CRF150L

Setelah briefing kita dipersilakan turun langsung untuk ngicipi motor ini ke lintasan yang telah disediakan. Seperti kebiasaan saya, ketika pegang motor yang belum pernah dinaiki kudu mengenal karakter nya dulu. Jalan pelan-pelan sambil merasakan feel nya, cukup sampai gigi ke tiga jika saat trek lurus. Menikung pun saya juga pelan, sempat kaget saat ban belakang ngesot, rasanya di hati itu mak seeerrr. Padahal cuma buka gas sedikit, ya maklum karena jalan tanah, bukan jalan aspal vroh, keseimbangan sangat berperan besar di sini. Ketika menaiki gundukan saya tetap pelan, banyak sekali gundukan tanah di trek ini, dari yang kecil sampai yang besar bahkan dobel pun ada.

CRF 150L melibas gundukan

Sekali putaran saya sudah agak mulai terbiasa, coba memberanikan diri untuk membuka gas lebih banyak. Wew torsi Honda CRF 150L ini terasa banget, agak susah menghilangkan kebiasaan naik motor di jalan aspal. Saat mau ngerem pasti reflek pakai rem depan dulu, tapi kudu bisa cepat menghilangkan pikiran itu. Saya awal-awal hampir keluar trek dan sempat hampir njungkel karena kaget dan tidak siap ketika melewati gundukan tanah yang tinggi, ban depan sedikit ngangkat gara-gara torsi nya. Untung saja gak jatuh meskipun benturan nya terasa agak keras sebab badan gak siap. Setelah melalui tiga putaran adzan sholat jumat telah berkumandang, saya sudahi dulu, nanti dilanjut lagi deh, pikir saya.

Akselerasi CRF 150L

Setelah sholat jumat acara press conference dimulai, penjelasan mengenai produk knowledge, sasaran market dan segala sesuatunya dibahas di sini. Dilanjutkan dengan makan siang bersama, setelah makan siang kita dipersilakan test ride Honda CRF 150L jika masih kurang puas mencoba motor ini. Saya yang awalnya deg-deg an dan khawatir, lha koq malah ketagihan, akhirnya nyobain lagi deh. Kali ini saya sudah agak berani mengexplore Honda CRF 150L lebih banyak dari pada saat pertama tadi. Gas sudah berani saya pelintir lebih dalam, dan rasanya benar-benar nikmat vroh, soal kecepatan sih tidak seberapa kencang ya. Tapi torsi nya ketika ban belakang ngesot dan sedikit melintir itu yang bikin ketagihan, enak banget rasa nya.

Crf150l nikung

Review Honda CRF 150L Menurut Pendapat Pemula

Berdasarkan hasil test ride Honda CRF 150L yang sudah saya rasakan berputar berkali-kali mengelilingi sirkuit Goro Assalam hasilnya adalah :

  1. Honda CRF 150L ini torsinya mantep banget, menurut spesifikasi paling tinggi di kelas nya.
  2. Suspensi depan memakai Long Travel Inverted Front Fork (Upside Down) dengan panjang 225mm. Pakai merk Showa bukan abal-abal dan dilabur warna emas yang memberikan kesan mewah.
  3. Suspensi belakang ada 9 tingkat, jadi bisa diatur kekerasan nya sesuai selera.
  4. Sasis nya dibuat untuk siap terjun di medan off road, kompak, mudah dikendalikan dan kuat.
  5. Secara bobot “antep”, jadi saat di lintasan motor tetap stabil dan tidak ngebuang.
  6. Motor memang tinggi, saya yang +/- 175cm masih jinjit. Dibuat sedemikian rupa supaya tidak gasruk ketika melewati jalan esktrim.
  7. Teknologi motor dan di klaim lebih minim masalah jika dibandingkan dengan teknologi lama.
Test ride Honda All new CRF 150L

Sekian coretan sederhana warung papan triplex mengenai review dan test ride Honda CRF 150L menurut pendapat pemula. Semoga bisa bermanfaat bagi mas vroh semua, tidak akan kecewa deh dengan sensasi nya. Untuk harga honda CRF150L 2018 adalah sebesar Rp 33.275.000 OTR Jawa Tengah plat G, H, AD dan K. Buruan beli sebelum harga naik dan bonus berakhir, emang ada bonus nya? Ya iyalah, emang apaan sih? Nanti akan dibahas di artikel selanjutnya.

Thanks foto nya mang Agun


Salam foging pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul.

About SemarMoto 750 Articles
AUTOMOTIVE NEWS | REVIEW | SHARING

4 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*