Analisa Ngawur Warung Papan Triplex Mengapa Honda Sulit Digoyang Posisinya Dari Pemimpin Market Share Di Indonesia

Ninja150ss – Hai mas vroh… Dicoretan sebelumnya tentang data aisi juli 2017, saya menjanjikan akan membahas tentang Yamaha punya produk bagus tapi kurang bisa bersaing dengan produk Honda dalam hal penjualan, tentu akan menjadi diskusi menarik soal pemimpin market share di Indonesia. Ok mari disimak analisa ngawur dari warung papan triplex ini.


Sumber : macantua.com

Menjadi pemimpin market share di Indonesia tentu bukan lah hal yang mudah apalagi mempertahankannya dari gempuran-gempuran lawan. Kalau dirunut, dulu pada tahun 2000an peta persaingan perebutan siapa yang menjadi pemimpin market share di Indonesia hanya di huni oleh dua pabrikan raksasa, siapa lagi kalau bukan Honda dan Yamaha? Suzuki dan Kawasaki bijimana? Bisa dibilang sebagai penggembira saja karena jumlah total penjualannya masih sangat jauh dari kedua pabrikan itu, mereka (Suzuki dan Kawasaki) hanya unggul di segmen-segmen tertentu saja.


Oiya dulu juga masyarakat Indonesia sempat merasa jenuh karena produk motor hanya itu-itu saja dan masyarakat Indonesia seakan mendapat angin segar saat Yamaha melakukan gebrakan luar biasa dengan menelurkan motor matik Mio disusul motor sport naked Vixion. Kedua motor ini langsung booming menjadi primadona, penjualan Yamaha meroket tajam, berulang kali Honda selalu gagal memberikan perlawanan untuk kedua jagoan motor Yamaha ini. Meskipun mengalami kenaikan penjualan yang besar tapi Yamaha belum bisa menjadi pemimpin market share di Indonesia, padahal hampir sedikit lagi loh bisa mengungguli Honda. Honda sadar harus segera berbenah kalau tidak mau ditikung oleh Yamaha dalam perebutan pemimpin market share di indonesia.

Kerja keras serta kedisiplinan tingkat tinggi mulai dibangun Honda, dari posisi paling bawah sampai tingkat posisi paling atas, tak hanya berusaha menciptakan produk-produk yang bagus sesuai selera masyarakat Indonesia, perbaikan layanan pun tak ketinggalan. Mas vroh bisa mengecek sendiri, coba ke dealer motor Honda pasti akan disambut ramah oleh karyawan nya, pak satpam nya aja gak ada yang pasang tampang sok sangar ataupun galak koq dan mereka gak akan pernah lupa mengucapkan “salam satu hati” sebelum menanyakan keperluan kita datang ke dealer. Mereka juga akan selalu tersenyum serta memberikan penjelasan yang ramah jika kita bertanya, tapi ingat jangan mentang-mentang ramah terus diajak gelut itu cari penyakit namanya ­čść (just kidding).


Begitu sampean masuk dealer untuk melihat-lihat motor, pasti akan langsung disamperin bagian penjualan atau salesnya, ditanya, dijelaskan tentang produk tersebut dengan ramah serta tersenyum. Lalu jika sampean tertarik membeli motor, tidak akan ada paksaan mau membayar secara kredit atau cash, tidak ada praktek upping price (jika terbukti melakukan, ish langsung disikat euy, ketat aturannya vroh!) Mau ke bagian bengkel untuk servis atau membeli spare part? Bagian ini juga ramah koq. Anda punya keluhan, komplain terkait suatu produk atau pelayanan? Pasti akan segera ditangani. *oiya saya punya cerita yang menarik soal masalah komplain, akan saya buatkan di artikel terpisah yah! (Seru soale ­čśÇ )

Megang obeng aja sambil senyum-senyum sendiri ?

Nah hal-hal sepele di atas belum pernah saya temukan di Yamaha, malah sering saya dengar soal praktek upping price yang dilakukan salesnya, pembelian secara cash dipersulit dan pelayanan yang kurang ramah. Dulu juga pernah tersiar kabar bahwa Yamaha pusat akan menindak tegas dealer yang nakal, tapi pada kenyataannya masih ada koq konsumen yang ngeluh soal ini. Hubungan baik dengan media massa serta blogger juga kurang harmonis, dulu sih sepertinya fine-fine saja tapi saya amati dan dengar sendiri beberapa waktu lalu ternyata isunya benar adanya seperti itu, jangan nanya detail deh nanti saya di cyduck ­čÖä Walaupun punya produk yang jempolan, bagaimana bisa terjual secara maksimal produknya dan menjadi pemimpin market share di Indonesia jika masih begitu perlakuannya? Belum lagi citra nama baik Yamaha ternoda oleh segelintir oknum yang terlalu ekstrem di dunia maya (u know lah). Masing-masing poin punya andil loh di mata masyarakat dan akan memberikan dampak negatif, dalam waktu pendek atau panjang akan terasa efeknya jika tidak segera diperbaiki.

Sumber : warungasep.net


Jika mau bersaing dalam perebutan pemimpin market share di Indonesia sebaiknya mengikuti cara Honda, walaupun hal tersebut terkesan sepele, efeknya cukup wow kan dirasakan sekarang? Jangankan digoyang, mendekati saja seperti tak mampu. “Wong nandur kui mesti ngunduh” sebuah peribahasa yang simpel tapi dalam maknanya.
Ok mas vroh sekian dulu analisa ngawur warung papan triplex ninja150ss tentang mengapa Honda sulit digoyang posisinya dari pemimpin market share di Indonesia. Coretan ini hanya sekedar apa yang saya lihat dan nilai sendiri (tidak semua dealer Yamaha melakukan seperti yang saya tulis) mungkin jika mas vroh punya pandangan lain, silakan ditulis di kolom komentar supaya bisa menjadi bahan diskusi.

Salam foging pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul :mrgreen:

About NinjaSS 432 Articles

Salam Foging Pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul

14 Komentar

  1. Masyarakat memilih honda karena persepsi mereka saja menurutku. Dadi mereke memilih motor tersebut karena sering dibahas sering dilihat dan banyak yg me review… Contoh ae tanggaku, salah siji tanggane tuku Honda, ngandingke melu2 tuku honda wkwkwk…
    Segi pelayanan: keduanya bagus, senyum sapa salam sopan dan satun okeee… Tapi pelayanan Yamaha ternodai dgn segelintir oknum yg mencari keuntungan lain… Bener jaremu mas meh tuku cash dipersulit hahahah….
    Mpun ngoten mawon…

  2. tp soal ketersediaan spare part honda kudu berbenah. pengalaman sendiri nih, dulu pernah inden bodi karisma 125 biru-silver ngga ada dealer yg berani kasih jaminan kapan baramg datang, lain cerita ketika inden bodi motor satunya (jupi z), 3 hari barang sudah ada. pernah jg nyari karet footstep bebek honda, barang sepele tp susah didapat. padahal jaringan dealer & beresnya paling luas

      • part fast moving pun pernah susah didapat, dulu awal┬▓ new megapro brojol kakak ane mau beli kanvas remnya aja kudu inden

        spare part kawasaki emg bikin sebel. dulu pernah miara athlete, mau beli di beres g ada stok sampai┬▓ ama CSnya ditanyain ke kawasaki pusat dan ttp nihil. akhirnya diakali pakai komstir kaze yg digerinda dikit

  3. Yamaha lebih unggul dalam aftersales terutama ketersediaan spare part, udh dibuktikan sendiri pas ane inden striping soul GT 125, per CVT Xeon karbu, sama standar tengah Xride buat variasi. Dijanjikan datang dalam wktu seminggu , eh malah beneran datang tepat waktu. Btw ane order di flagship shop semarang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*