Review Honda Supra GTR 150 Saat Dibawa Touring

Ninja150ss – Hai mas vroh… Pada artikel Touring kemerdekaan blogger dan vlogger Jateng 2017 “Tour De Selo” saya sempat akan membuatkan tulisan sendiri tentang Honda Supra GTR 150, nah pada kesempatan kali ini warung papan triplex akan memberikan Review Honda Supra GTR 150 saat dibawa Touring. Bagaimana plus minusnya? Silakan dinikmati coretan ala kadarnya dari warung papan triplex ini 😀 .


Ninja150ss.com Vs satuaspal.com ?

Desain Honda Supra GTR 150

Secara tampilan fisik Honda Supra GTR 150 terlihat besar dan padat, dengan sudut-sudut lancip terlihat agresif saat dipandang, part plastik body terikat kuat dengan baut jadi dapat meminimalisir suara berisik saat melewati jalan rusak atau termakan umur 😀 . Dilengkapi dengan ukuran ban yang besar, menambah tampilan Honda Supra GTR 150 menjadi kekar, serta lampu depan sudah LED yang terang sangat bermanfaat disaat melakukan riding pada malam hari.

Ergonomi Honda Supra GTR 150

Duduk diatas jok Honda Supra GTR 150 terasa pas dengan tinggi saya +/- 175 Cm, ditunjang jok yang panjang dan lebar serta agak berundak busanya (bagian jok depan dan belakang, walaupun bukan split seat) rider dapat mengatur posisi bagaimana mendapatkan posisi yang nyaman saat berkendara. Posisi kaki sangat rilex karena footstep seperti motor bebek pada umumnya, posisi stang pun terasa pas ditangan jadi tidak membuat pegal rider saat mengendarai motor ini.

Performa mesin Honda Supra GTR 150

Pada saat akan memulai perjalanan touring saya sedikit puntir-puntir handle gas Honda Supra GTR 150 ini dalam keadaan diam serta merasakan feel nya saat berjalan pelan-pelan, hal ini saya lakukan supaya dapat memahami karakter dari Honda Supra GTR 150 yang akan saya kendarai dari Boyolali menuju Selo PP. Rombongan touring pun mulai start, dan ternyata benar perkiraan saya tadi bahwa motor ini memiliki torsi yang cukup besar, hal ini dapat dilihat dan dirasakan saat posisi gigi 1 atau 2, kalau tangan sampean tidak terbiasa pegang handle gas pasti akan terasa nyundul-nyundul alias tidak bisa berjalan pelan dengan halus 😛 . Hal ini saya dengar dari pengakuan pemilik blog satuaspal.com, beliau mengungkapkan “rasane koq nyendal-nyendal yo lek nek mlaku alon?”.  Saya memaklumi karena beliau terbiasa naik matik dan (maaf) kalau boleh ngomong terburu-buru dan kurang adaptasi 🙄 sebab Honda Supra GTR 150 ini menggendong mesin 4tak DOHC 4 valve dengan bore 57,3mm X stroke 57,8mm , Kompresi mesin (11.3 : 1) , 6 percepatan manual, menghasilkan Daya Maksimal sebesar 15,74 dk (11,6 kW)/9.000 Rpm, dan Torsi Maksimal sebesar 13,5 Nm/6.500 Rpm.

Tanjakan curam vroh

Impresi berkendara Honda Supra GTR 150

Lanjut kembali ke cerita, seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya bahwa jalan yang kita lalui sangat bervariasi, untuk jalanan aspal mulus tentu dengan sangat santai dilalui dengan motor ini. Nah begitu melewati jalan aspal keriting dan tambalan serta jalan beton bagian suspensi akan dapat dinilai disini, dengan bobot saya +/- 60 Kg masih cukup terasa agak mumbul-mumbul nih, sepertinya tekanan angin ban yang terlalu keras atau ayunan suspensi yang belum bekerja secara maksimal ya? Secara bobot saya teritung ringan 😆 . Begitu memasuki rute menanjak terjal serta kondisi jalan yang kurang bagus plus sempit (aspal rusak, bebatuan campur tanah) awalnya agak deg-deg an nih takut gak kuat, eh ternyata malah eceess dilibas Honda Supra GTR 150 tanpa kendala berarti. Dalam posisi diam di tanjakan curam pun, motor ini dapat dengan mudah melaju, gak pakai jurus ngeden dulu loh! 😀 . Oiya handle kopling pun terasa sangat empuk ditarik, anjay…kalau dibandingkan dengan handle kopling foging pistun mah jauh, ini lebih enak lah gak capek ditangan, mau macet-macetan model bijimana juga hayuuk. Tingkat kepakeman rem juga sangat bagus vroh, dengan mengaplikasikan double disc brake akan membuat rider PeDe melaju dengan Honda Supra GTR 150 ini tanpa khawatir nyelonong 🙂

KM saat hampir sampai di Selo

Konsumsi BBM
Secara tepat dan akurat saya tidak bisa memberikan hasil 1 liter bbm dapat menempuh jarak berapa KM (soalnya lupa jepret KM pas mau berangkat) tapi menurut pendapat saya Honda Supra GTR 150 ini sangat irit, Boyolali-Selo PP cuma berkurang 1 strip saja.


Kesimpulan Review Honda Supra GTR 150

Overall motor ini enak lah dipakai sebagai kendaraan touring maupun harian, desain sporty, ban besar tubeless, double disc brake, headlamp LED terang, jok lebar, posisi berkendara tegak, irit bbm, tenaga mantap, padet dan gagah. Tapi yang namanya buatan manusia tentu memiliki kekurangan, emang kekurangannya apa mas vroh? Kalau menurut saya nih ya, menurut saya lho! Busa jok nya kurang empuk, coba kalau dibuat lebih empuk tentu akan membuat orang betah berlama-lama berkendara dan satu lagi, saat buka jok nih, bagasinya gak ada? 😯 duh jadi kalau mau bawa jas hujan atau pengen naruh barang bawaan yang kecil tidak bisa 🙁 , coba kalau bagasinya tetap masih ada seperti motor bebek tentu akan sangat membantu menunjang aktifitas jika dipakai harian maupun touring.

Begitulah coretan sederhana dari warung papan triplex ini tentang Review Honda Supra GTR 150 saat dibawa Touring. Pendapat setiap orang tentu bisa tidak sama, jika mas vroh punya pendapat berbeda silakan dituliskan di kolom komentar supaya bisa jadi bahan diskusi.

KM saat selesai touring

Salam foging pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul :mrgreen:

About NinjaSS 431 Articles

Salam Foging Pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*