Review Oli Sesat Pertamina Fastron Diesel Di Motor Matik

Pertamina fastron diesel

Ninja150ss – Hai mas vroh…Sudah 3x saya menulis tentang oli sesat, kali ini saya akan me review oli sesat Pertamina Fastron Diesel di motor matik. Bagaimanakah hasil nya? Mari simak kisah cerita blohher otomtoif papan triplex ini 😀

Di kisah yang lalu saya melakukan eksperimen mencekoki motor saya menggunakan oli sesat, bagi yang lupa atau belum membaca silakan flashback sebentar ke artikel review oli sesat pertamina fastron techno di motor matik dan review oli sesat Pertamina Meditran SX di motor matik serta Oli untuk Kawasaki Ninja 150. Berdasarkan pengalaman diatas semakin mantablah menggunakan oli sesat untuk motor saya.


Oli sesat pertamina fastron diesel dituang ke motor matik

Setelah bergonta-ganti oli sesat karena rasa penasaran dari Meditran Sx, Pertamina Fastron Techno, Shell Rimula (yang ini belum saya tulis) dan Pertamina Fastron Diesel, akhirnya saya memutuskan untuk prefer ke pilihan terakhir, alasanya apa lék? Owh itu begini cerita nya : motor matik saya sudah teritung berumur, jarak tempuh buanyak karena dulu sering saya bawa luar kota, lha koq gak bawa foging pistun lék? Are u kidding me? Foging pistun itu motor yang “haus” dalam artian “haus” kecepatan dan tentunya berbanding lurus dengan minum nya, lagi pula foging pistun pakai snalpot racing, tau sendiri kan bagaimana lapar nya bapak pengayom masyarakat kalau melihat sesuatu yang menarik perhatian? 😆

Dengan keadaan seperti itu akhir nya saya cekokin Pertamina Fastron Diesel, atas pertimbangan umur motor, jarak tempuh dan untuk keawetan. Hasilnya? Setelah saya tuang, suara mesin langsung halus tidak berisik hal ini dikarenakan PFD memiliki viscositas yang lebih kental dari oli standar, sangat berguna bagi motor yang telah berumur secara part-part di dalam mesin sudah agak aus, untuk tarikan rasanya biasa saja pada saat masih awal-awal tapi kalau  dipergunakan jarak jauh, kondisi cuaca panas dan macet feel nya menjadi enteng. Koq bisa lék? Oli yang awalnya agak kental kalau terkena suhu mesin yang panas lama-lama kan encer juga toh? Lha kalau oli yang encer, terkena kondisi seperti itu pasti kemampuannya akan berkurang, itu menurut pendapat saya.

Wah sampean koq gendeng lék, oli mesin diesel koq dimasukin ke motor, nanti kalau jebol bijimana? Logika saya sih sederhana, mesin diesel dipakai untuk kerja berat, kompresi mesin diesel pasti tinggi, jika dicekokin ke motor kan kerjanya enteng, kompresi juga rendah, tentu akan membuat umur oli lebih panjang. Kalau oli diesel jelek, mesin-mesin diesel tentu cepet rontok donk? 😆
Jadi kesimpulan nya gimana lék? Saya merasa puas memakai PFD, jika sampean mencari oli dengan umur pemakaian yang lama tidak ada salah nya mencoba PFD, karena PFD ini mempunyai daya tahan panas yang bagus, meredam suara berisik mesin dan harganya cukup terjangkau. Yah semua itu balik lagi ke sampean vroh…tinggal lebih besar rasa penasaranmu atau rasa khawatirmu? It’s so simple koq.

Salam foging pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul :mrgreen:

About Ninjass 375 Articles
Salam Foging Pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul

12 Komentar

  1. Sip, suara berisik itu yang harus diperhatikan. Kalau suara mesin jadi cepat kasar saat dipakai kencang maka olinya kurang cocok untuk motornya. Juga kalau suara motor jadi kasar setelah dipakai kencang.

    Tapi lain grup beda pendapat, ada yang menganggap suara mesin lebih berisik itu pertanda bagus.

    https://kupasmotor.wordpress.com/2017/03/09/soal-kesalahan-persepsi-awal-coba-oli-sesat-hdeo-pcmo-sebenarnya-karena-beda-standar-dan-implementasi-berdasar-info-dari-prof-widman/

  2. Maaf bro, bukannya oli makin panas makin kental ya? Kalau mesin dingin olinya lebih encer untuk mempermudah menyalakan mesin dan memperlancar sirkulasi oli. CMIIW

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*